Dana haji adalah salah satu tujuan keuangan terbesar dalam hidup sebuah keluarga Indonesia. Nominalnya bisa setara dengan uang muka rumah, dan waktu pengumpulannya sering hanya beberapa bulan setelah pengumuman pelunasan dibuka. Karena itu, setiap kali pemerintah mengumumkan angka biaya haji, ribuan keluarga langsung menghitung ulang rencana keuangan mereka.
Pertanyaan yang paling sering muncul sekarang: kalau biaya haji 2027 naik, apakah beban yang harus dibayar calon jemaah ikut melonjak? Jawaban singkatnya tidak, dan justru di sinilah kabar baiknya. Usulan terbaru Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengubah komposisi pembebanan secara cukup mendasar, sehingga porsi yang dibayar langsung oleh jemaah diperkirakan lebih ringan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Artikel ini merangkum angka usulan biaya haji 2027, menjelaskan apa arti kenaikan BPIH bagi dompet keluarga, menghitung perkiraan nominal pelunasan yang perlu disiapkan, dan menyusun langkah praktis menabung dari sekarang supaya pelunasan tidak jadi beban mendadak.
Rincian Usulan Biaya Haji 2027 yang Dibayar Jemaah
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Menteri Haji dan Umrah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 M/1448 H sebesar Rp107.340.172,02 per jemaah haji reguler. Angka ini terbagi menjadi dua komponen besar:
Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung jemaah: 40 persen, atau sekitar Rp42.936.068,81 per orang.
Nilai manfaat dari dana kelolaan BPKH: 60 persen, atau sekitar Rp64.404.103,21 per orang.
Perubahan proporsi inilah yang membuat angkanya terasa berlawanan dengan judul berita. BPIH total memang naik dibanding 2026, tetapi porsi yang harus disiapkan keluarga justru turun signifikan. Sebagai perbandingan, pada penyelenggaraan haji 2026 jemaah menanggung sekitar 62 persen BPIH dari total Rp87,41 juta, dengan nilai manfaat BPKH menutup sekitar 38 persen.
Dalam praktiknya, Bipih tidak dibayar sekaligus dalam satu waktu. Calon jemaah lebih dulu menyetor setoran awal haji sebesar Rp25 juta saat mendaftar, lalu membayar kekurangannya pada masa pelunasan. Dengan asumsi setoran awal tetap Rp25 juta, maka perkiraan pelunasan haji 2027 berada di kisaran Rp17 juta sampai Rp18 juta per orang, jauh lebih ringan daripada pelunasan 2026 yang berada di kisaran Rp29 jutaan per jemaah.
Perlu dicatat, angka ini masih berstatus usulan. Pembahasan bersama Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI masih berjalan, dan besaran Bipih bisa berbeda menurut embarkasi, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Jadi, gunakan angka ini sebagai dasar perencanaan, bukan sebagai angka final. Bagi keluarga, ada satu kesimpulan yang bisa dipegang sekarang: kebutuhan pelunasan haji 2027 kemungkinan besar lebih kecil daripada 2026, meski biaya penyelenggaraannya naik.
Mengapa Biaya Penyelenggaraan Haji 2027 Melonjak
Kenaikan BPIH dari Rp87,41 juta menjadi usulan Rp107,34 juta setara dengan lonjakan sekitar 22,8 persen. Pemerintah menyebut sejumlah faktor fundamental sebagai pemicunya:
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan riyal Arab Saudi. Sebagian besar komponen biaya haji dibayar dalam mata uang asing, sehingga pelemahan rupiah langsung mengerek total kebutuhan devisa.
Harga avtur yang melonjak tajam, disebut mendekati 100 persen. Ini menekan komponen biaya penerbangan yang porsinya paling besar dalam struktur BPIH.
Tarif akomodasi dan transportasi darat di Arab Saudi yang meningkat, termasuk biaya pemondokan di Makkah dan Madinah serta layanan bus antar kota.
Biaya logistik internasional yang ikut naik mengikuti dinamika perdagangan global.
Kalau dilihat dalam enam tahun terakhir, BPIH sebenarnya bergerak fluktuatif, bukan selalu naik. Pada 2022 totalnya Rp97,80 juta, lalu turun ke Rp90,05 juta pada 2023, naik tipis ke Rp93,41 juta pada 2024, turun lagi ke Rp89,41 juta pada 2025, dan menyentuh Rp87,41 juta pada 2026. Usulan kenaikan untuk 2027 adalah lonjakan pertama setelah beberapa tahun berturut-turut efisien.
Pelajaran pentingnya bagi keluarga: biaya haji sangat dipengaruhi faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol, sehingga strategi paling aman bukan menunggu angka final, melainkan menyiapkan dana lebih awal dengan target konservatif, misalnya menabung dengan asumsi biaya naik 10 sampai 20 persen dari perkiraan saat ini.
Kabar Baik: Masa Pelunasan Diupayakan Lebih Longgar
Selain komposisi biaya, ada satu perubahan kebijakan yang layak disorot keluarga: waktu pelunasan. Komisi VIII DPR RI mengupayakan agar masa pelunasan Bipih 2027 diperpanjang hingga sekitar lima bulan, agar calon jemaah punya ruang lebih longgar menyiapkan dana.
Perbandingannya cukup kontras. Pada 2026, pelunasan tahap pertama hanya berlangsung satu bulan, tahap kedua satu pekan, dan tahap ketiga tiga hari. Jendela sesingkat itu membuat banyak keluarga terpaksa mencari dana cepat, kadang lewat pinjaman berbunga tinggi yang justru merusak keuangan setelah ibadah selesai.
Dengan jendela lima bulan, perencanaannya jauh lebih realistis. Kalau sebuah keluarga perlu menyiapkan kekurangan Bipih sebesar Rp30 juta, mereka masih memiliki pilihan mencicil sekitar Rp6 juta per bulan selama lima bulan, alih-alih menyetor penuh dalam satu bulan. Namun, kelonggaran waktu ini hanya bermanfaat kalau dimanfaatkan dengan disiplin. Selama angkanya belum final, sebaiknya mulai menyisihkan dana sekarang, agar ketika pengumuman resmi turun, Anda hanya perlu menyesuaikan nominal, bukan mencari uang dari nol.
Cara Menghitung Kebutuhan Dana Haji Keluarga
Kebutuhan dana haji sering dihitung per orang, padahal dalam keluarga biasanya berangkat berpasangan atau bahkan bersama anak. Berikut langkah menghitungnya secara utuh.
Tentukan jumlah calon jemaah dalam keluarga. Misalnya suami dan istri berencana berangkat pada periode yang sama, berarti dua kali Bipih.
Hitung perkiraan Bipih per orang. Dengan usulan 40 persen dari BPIH 2027, angkanya sekitar Rp42,94 juta.
Kurangi setoran awal yang sudah dibayar. Jika masing-masing sudah menyetor Rp25 juta saat mendaftar, sisa pelunasan per orang sekitar Rp17 juta sampai Rp18 juta.
Kalikan dengan jumlah jemaah. Untuk pasangan suami istri, total pelunasan berada di kisaran Rp35 juta sampai Rp36 juta.
Tambahkan biaya pendukung. Jangan lupakan perlengkapan ihram, pengurusan paspor, vaksin meningitis, biaya pemeriksaan kesehatan, uang saku selama di Tanah Suci, serta biaya dam atau kurban bila diperlukan.
Sisihkan biaya hidup keluarga yang ditinggalkan. Selama 40 hari lebih di Tanah Suci, arus kas rumah tangga tetap berjalan. Siapkan dana talangan setidaknya untuk dua bulan pengeluaran rutin.
Bagi dengan jumlah bulan yang tersedia. Jika pelunasan dibuka lima bulan lagi, sisa Rp36 juta berarti sekitar Rp7,2 juta per bulan. Kalau masih ada 12 bulan, cukup sekitar Rp3 juta per bulan.
Angka terakhir adalah kunci yang sering terlewat. Banyak keluarga baru mulai menabung saat pengumuman pelunasan keluar, sehingga waktu yang tersedia sangat singkat. Padahal, dengan target yang jelas dan waktu yang panjang, menabung dana haji terasa jauh lebih ringan bagi anggaran bulanan.
Strategi Praktis Menyiapkan Dana Pelunasan Haji
Setelah angka pasti diketahui, pekerjaan berikutnya adalah teknis: memastikan dananya benar-benar terkumpul tepat waktu. Beberapa langkah berikut bisa langsung dijalankan.
Buat rekening atau pos khusus "dana haji" yang terpisah dari rekening belanja harian. Dana haji harus dianggap tabungan bertujuan, bukan saldo bebas pakai.
Tetapkan target bulanan dan lakukan autodebit pada tanggal yang sama setiap bulan, tepat setelah gaji masuk. Cara ini menghilangkan risiko dana terpakai lebih dulu untuk kebutuhan lain.
Pilih instrumen sesuai jangka waktu. Untuk dana yang akan dipakai kurang dari satu tahun, pilihan yang cocok adalah tabungan atau deposito, bukan aset berfluktuasi tinggi. Jika waktunya masih dua tahun atau lebih, instrumen syariah dengan imbal hasil stabil bisa dipertimbangkan setelah memahami risikonya.
Manfaatkan dana yang sudah produktif lebih awal. Jika dana talangan atau tabungan terpisah sudah cukup, jangan menunggu bunga tabungan biasa; pastikan setidaknya setara dengan kenaikan biaya hidup.
Hindari pinjaman konsumtif untuk pelunasan. Pinjaman berbunga tinggi atau pinjaman online untuk menutup kekurangan pelunasan akan membebani arus kas bertahun-tahun setelah ibadah selesai. Lebih baik mundur satu periode keberangkatan daripada masuk ke jeratan utang.
Jual atau tukar aset yang menganggur. Emas simpanan, kendaraan kedua yang jarang dipakai, atau barang elektronik bernilai tinggi bisa dijual lebih awal selagi harga pasar masih baik.
Catat seluruh pos dana haji dalam satu tempat. Saat Anda mengelola beberapa tujuan keuangan sekaligus, pencatatan menjadi penentu apakah tabungan bulanan benar-benar terlaksana. Aplikasi pencatat keuangan seperti Budgetin bisa membantu memisahkan pos dana haji dari pos lain, sehingga progres tabungan terlihat bulan demi bulan dan target pelunasan tidak lagi sekadar angan.
Evaluasi setiap bulan. Bandingkan realisasi tabungan dengan target. Jika meleset, sesuaikan dari pos yang paling tidak prioritas, bukan dengan mengambil dana darurat keluarga.
Tips Praktis untuk Keluarga Bulan Ini
Tanyakan status porsi keberangkatan setiap calon jemaah dalam keluarga, agar tahu kapan perkiraan pelunasan akan dipanggil.
Susun target dana dengan asumsi BPIH naik 10 sampai 20 persen dari angka usulan saat ini.
Pisahkan dana haji dari dana darurat. Dana darurat keluarga idealnya tetap utuh 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan.
Mulai disiplin mencatat pengeluaran harian untuk menemukan pos pengeluaran yang bisa dialihkan, misalnya langganan yang jarang dipakai atau belanja impulsif.
Gunakan aplikasi keuangan seperti Budgetin untuk membuat pos khusus tabungan haji dan memantau realisasinya setiap minggu.
Diskusikan rencana ini berpasangan, termasuk kesepakatan konsekuensi bila target bulanan tidak tercapai.
Pantau pengumuman resmi Kemenhaj dan BPKH, jangan bersandar pada angka dari grup pesan singkat yang belum terverifikasi.
FAQ Seputar Biaya Haji 2027
Q: Kalau BPIH 2027 naik jadi Rp107,34 juta, apakah keluarga harus menyiapkan dana sebesar itu?
Tidak. Yang dibayar langsung oleh jemaah adalah Bipih sebesar 40 persen BPIH, yaitu sekitar Rp42,94 juta per orang, dan itu pun sudah termasuk setoran awal Rp25 juta yang biasanya disetor saat mendaftar. Sisa 60 persen ditutup dari optimalisasi nilai manfaat dana kelolaan BPKH. Jadi kebutuhan riil keluarga adalah selisih antara Bipih dan setoran awal, ditambah biaya pendukung di luar BPIH.
Q: Berapa perkiraan nominal pelunasan haji 2027 yang harus disiapkan?
Jika setoran awal tetap Rp25 juta, pelunasan diperkirakan berada di kisaran Rp17 juta sampai Rp18 juta per orang. Angka ini jauh lebih ringan dari pelunasan 2026 yang berada di kisaran Rp29 jutaan. Namun angka final masih menunggu hasil pembahasan Panja Komisi VIII DPR RI dan bisa berbeda menurut embarkasi, jadi siapkan target cadangan yang lebih tinggi.
Q: Apakah benar masa pelunasan haji 2027 diperpanjang jadi lima bulan?
Itu yang diupayakan Komisi VIII DPR RI agar calon jemaah punya ruang lebih longgar. Pada 2026 tahap pertama hanya satu bulan, tahap kedua sepekan, dan tahap ketiga tiga hari. Perpanjangan menjadi sekitar lima bulan masih berupa wacana kebijakan menunggu penetapan resmi, sehingga jangan menjadikannya alasan untuk menunda menabung.
Q: Apakah nilai manfaat BPKH otomatis menutup 60 persen biaya haji saya?
Nilai manfaat adalah hasil optimalisasi dana haji yang dikelola BPKH, termasuk setoran awal jemaah. Pemerintah mengusulkan proporsinya dinaikkan menjadi 60 persen pada 2027 agar beban jemaah lebih ringan. Karena angka ini bagian dari usulan yang dibahas bersama DPR, pastikan tetap mengikuti pengumuman resmi sebelum menghitung kebutuhan akhir keluarga Anda.
Q: Apakah lebih baik menyiapkan dana haji di tabungan biasa atau instrumen investasi?
Sesuaikan dengan jangka waktu. Dana yang akan dipakai dalam waktu kurang dari satu tahun sebaiknya tetap di tabungan atau deposito, karena tidak ada toleransi kerugian untuk kebutuhan yang pasti. Jika perkiraan keberangkatan masih dua tahun atau lebih dan Anda memahami risikonya, instrumen syariah dengan profil moderat bisa dipertimbangkan. Yang terpenting, sediakan dulu dana darurat keluarga sebelum menempatkan uang pada instrumen yang nilainya berfluktuasi.
Kesimpulan
Usulan biaya haji 2027 memang terlihat mengejutkan di angka Rp107,34 juta, tetapi yang perlu dicatat keluarga adalah porsi yang dibayar langsung jemaah: 40 persen, atau sekitar Rp42,94 juta per orang, dengan perkiraan pelunasan sekitar Rp17 juta sampai Rp18 juta setelah dikurangi setoran awal. Ditambah wacana perpanjangan masa pelunasan hingga lima bulan, tahun 2027 sebenarnya memberi ruang perencanaan yang lebih baik daripada 2026. Yang menentukan hasilnya bukan besarnya angka, melainkan apakah keluarga mulai menghitung dan menabung sekarang atau menunggu pengumuman resmi turun. Mulailah dari langkah kecil hari ini: tentukan target bulanan, pisahkan posnya, catat realisasinya, dan hindari utang berbunga tinggi demi mengejar pelunasan.
Kelola keuanganmu dengan mudah bersama Budgetin di budgetin.web.id — catat, pantau, dan kendalikan anggaran keluargamu setiap hari.