Rencana liburan keluarga ke luar negeri biasanya sudah dihitung rapi: tiket pesawat, hotel, tiket atraksi anak, sampai uang jajan harian. Yang sering terlewat justru pos yang paling sering menggerogoti anggaran secara diam-diam, yaitu biaya transaksi dan selisih kurs. Menukar uang di bandara, kartu debit yang kena konversi berkali-kali, atau sisa tunai yang tak terpakai bisa membuat total pengeluaran membengkak beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah dari rencana.
Pekan ini ada kabar yang membuat pos tersebut berpotensi mengecil. Bank Indonesia (BI) memastikan akan memperluas QRIS antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste pada 2026. Artinya, keluarga Indonesia yang berlibur atau berkunjung ke dua wilayah itu sebentar lagi bisa membayar cukup dengan memindai kode QR, langsung dipotong dari saldo rupiah di aplikasi bank atau dompet digital.
Artikel ini membahas apa yang sudah pasti dari perluasan tersebut, cara kerja dan batasannya, lalu panduan praktis menyusun pos anggaran transaksi agar perjalanan keluarga tetap terkendali.
Apa yang Baru dari QRIS Antarnegara Pekan Ini
Dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI pada 23 September 2026, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa perluasan kerja sama pembayaran lintas negara akan dilakukan dengan Hong Kong dan Timor Leste tahun ini.
Dua kerja sama baru: yang pertama dengan Hong Kong, yang kedua dengan Timor Leste.
Penandatanganan dijadwalkan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) pada 24 sampai 26 September 2026, ditandatangani langsung oleh Gubernur BI Destry Damayanti.
Total menjadi delapan negara mitra. Sebelumnya QRIS antarnegara sudah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Lanjutan 2027 sudah dibicarakan. BI menyebut sudah ada pembicaraan dengan beberapa negara lain, namun detailnya akan diumumkan pada waktunya.
Dari sisi volume, adopsi masih bertumbuh. Sejak pertama diterapkan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi pengguna negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi senilai Rp5,90 triliun, sedangkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra tercatat 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun. Nilai transaksi yang masuk ke Indonesia sekitar Rp4,17 triliun lebih besar, yang berarti adopsi dari sisi wisatawan Indonesia masih tertinggal dan ruang pertumbuhannya masih lebar.
Kenapa Kabar Ini Penting bagi Keuangan Keluarga
Bagi keluarga, nilai QRIS antarnegara bukan sekadar soal praktis, tetapi soal struktur biaya perjalanan.
Pertama, tidak ada lagi ketergantungan pada uang tunai asing. Uang tunai sisa dari perjalanan biasanya tidak bisa dipakai lagi, dan menukarkannya kembali ke rupiah sering dilakukan pada kurs yang kurang menguntungkan. Dengan QRIS antarnegara, dana mengendap di rekening rupiah Anda dan hanya terpakai sebesar yang benar-benar dibelanjakan.
Kedua, konversi berjalan sekali saja. BI menjelaskan kurs langsung terkonversi otomatis: saat Anda memindai QR di negara mitra, dana rupiah di akun Anda langsung didebit dan pedagang di negara mitra menerima notifikasi dalam mata uangnya. Anda tidak perlu melewati tahap penukaran uang tunai, dan tidak perlu menyimpan uang lokal dalam jumlah besar.
Ketiga, merchant Indonesia tidak dibebani biaya tambahan untuk menerima transaksi QRIS antarnegara dan tetap menerima rupiah. Ini penting lebih dari sekadar kabar industri: semakin banyak pedagang menerima, semakin kecil kemungkinan Anda terjebak mencari mesin ATM atau money changer di tengah acara keluarga.
Keempat, nilai transaksi rata-rata memberi gambaran pola pemakaian. Dari data BI, rata-rata transaksi pengguna Indonesia di negara mitra sekitar Rp370.000 per transaksi, atau tepatnya di kisaran Rp370.450 bila dihitung dari nilai Rp1,73 triliun dibagi 4,67 juta transaksi. Sementara transaksi wisatawan asing di Indonesia rata-rata sekitar Rp280.952. Angka itu masuk akal untuk pembayaran restoran, transportasi, atau tiket masuk wisata, jadi pola belanja keluarga pun cocok memanfaatkan jalur ini.
Cara Kerja dan Batasannya yang Wajib Dipahami
Supaya tidak berharap berlebihan, kenali dulu mekanisme dan batasnya.
Cara pakai dari sisi pengguna Indonesia:
Pastikan aplikasi mobile banking atau dompet digital yang Anda pakai sudah mendukung QRIS antarnegara untuk negara tujuan.
Buka aplikasi, pilih menu QRIS atau QR Bayar, lalu pindai kode QR di merchant.
Periksa nama merchant dan nominal yang muncul di layar.
Masukkan PIN atau verifikasi biometrik.
Transaksi selesai, dan Anda menerima notifikasi dari aplikasi.
Setiap negara mitra memiliki standar QR-nya masing-masing, misalnya PromptPay di Thailand, DuitNow QR di Malaysia, NETS QR di Singapura, JPQR Global di Jepang, Seoul Pay dan Jeju Pay di Korea Selatan, serta UnionPay dan Alipay di Tiongkok. Anda tidak perlu memahami perbedaannya, tetapi penting mengenali logo standar QR saat negara tujuan Anda belum Anda kenal.
Batas dan kendala yang perlu diantisipasi:
Limit Rp10 juta per transaksi. Ini sama dengan limit QRIS di dalam negeri. Limit harian total berbeda tergantung kebijakan bank atau dompet digital Anda.
Penggunaannya bertahap. Implementasi di tiap negara mitra tidak serentak, dan cakupan merchant biasanya lebih rapi di kota besar dan kawasan wisata. Di pasar tradisional atau pedagang kaki lima, uang tunai masih sering menjadi satu-satunya pilihan.
Butuh koneksi internet stabil dan daya baterai. Kartu atau uang tunai tetap diperlukan saat sinyal lemah atau baterai habis.
Hanya berlaku di negara yang sudah terhubung. Di luar delapan negara itu, QRIS antarnegara tidak bisa dipakai.
Masalah transaksi diselesaikan lewat penyedia jasa pembayaran Indonesia yang aplikasinya Anda gunakan, bukan lewat bank di negara tujuan.
Menyusun Pos Anggaran Transaksi dalam Anggaran Liburan Keluarga
Kesalahan umum adalah memasukkan biaya perjalanan ke satu pos besar bernama "liburan", lalu kehabisan dana di hari ketiga. Pisahkan minimal menjadi delapan pos berikut, dan tempelkan angka pada masing-masing:
Transportasi ke dan dari Indonesia (tiket pesawat, bagasi, transportasi ke bandara).
Akomodasi (hotel atau apartemen, sudah termasuk pajak dan biaya kota bila ada).
Konsumsi harian keluarga (sarapan, makan siang, makan malam, camilan anak).
Tiket atraksi dan aktivitas (taman hiburan, museum, tur).
Transportasi lokal (kereta, bus, taksi, atau aplikasi transportasi).
Belanja dan oleh-oleh, dengan nominal yang ditetapkan sejak awal dan tidak boleh mengambil dana dari pos lain.
Biaya transaksi dan kurs, yaitu pos yang paling sering terlupakan.
Buffer 10 sampai 15 persen dari total untuk kurs yang bergerak dan pengeluaran tak terduga.
Untuk keluarga, cara paling aman adalah memulai dana khusus perjalanan beberapa bulan sebelum keberangkatan. Bila rencana berangkat tahun depan, sisihkan dananya tiap bulan sejak sekarang, misalnya lewat aplikasi pencatat keuangan seperti Budgetin agar pos perjalanan ini terlihat jelas dan tidak bercampur dengan kebutuhan bulanan. Mengumpulkan dana secara bertahap jauh lebih ringan daripada menarik tabungan sekaligus saat tanggal keberangkatan mendekat.
Tiga Sumber Dana dan Porsi yang Wajar
Jangan bergantung pada satu alat pembayaran saja. Kombinasi paling realistis untuk perjalanan keluarga:
QRIS antarnegara sebagai jalur utama untuk restoran, toko, tiket, dan atraksi di merchant besar. Porsi sekitar 50 sampai 60 persen dari anggaran belanja di tempat.
Kartu debit atau kredit sebagai cadangan untuk transaksi besar atau merchant yang belum menerima QRIS. Periksa dulu buku tarif bank Anda, karena biaya konversi dan selisih kurs kartu biasanya tidak gratis, dan sebaiknya pakai kartu yang jaringan internasionalnya aktif.
Uang tunai sekitar 20 sampai 30 persen dari anggaran harian untuk tip pemandu dan porter, pasar tradisional, transportasi yang belum digital, serta situasi darurat saat baterai atau sinyal bermasalah.
Hindari kebiasaan menukar uang tunai dalam jumlah besar di bandara atau di loket hotel, karena kursnya cenderung kurang bersaing. Bila memang perlu menukar, lakukan di money changer resmi dengan kurs yang bisa Anda bandingkan sebelum berangkat.
Langkah Praktis Sebelum Berangkat
Kerjakan daftar ini agar tidak ada kejutan di negara tujuan.
Cek dukungan QRIS antarnegara di aplikasi Anda. Tidak semua bank dan dompet digital mendukung fitur ini untuk semua negara mitra. Buka menu QRIS atau QR Bayar, lalu cari informasi QRIS antarnegara.
Aktifkan fitur dan atur limit harian. Beberapa aplikasi memerlukan aktivasi terpisah dan punya pengaturan limit harian yang berbeda dari limit per transaksi.
Aktifkan notifikasi transaksi. Notifikasi real-time adalah alat kontrol anggaran paling sederhana selama perjalanan.
Pastikan otentikasi berlapis aktif. Gunakan PIN dan, bila tersedia, verifikasi biometrik pada aplikasi pembayaran.
Simpan dana di rekening rupiah yang memang dialokasikan untuk perjalanan. Pisahkan dari rekening kebutuhan bulanan agar pengeluaran liburan tidak mengganggu pos lain.
Siapkan dua alat pembayaran cadangan (kartu dan tunai) dan simpan di tempat berbeda dari dompet utama.
Uji transaksi kecil setelah tiba. Belanja air minum atau tiket transportasi untuk memastikan aplikasi, jaringan, dan limit bekerja sesuai harapan.
Catat setiap pengeluaran hari itu juga. Pencatatan harian lebih penting ketika Anda berbelanja dalam mata uang asing, karena nilai rupiahnya bisa terasa kecil padahal totalnya sudah besar. Aplikasi keuangan seperti Budgetin membantu Anda melihat sisa anggaran harian secara langsung, sehingga pengeluaran hari berikutnya bisa menyesuaikan.
Tips Hemat Biaya Transaksi
Gunakan QRIS untuk transaksi besar (hotel, tiket atraksi, restoran keluarga) supaya jumlah uang tunai yang beredar di tas lebih kecil dan risiko kehilangan berkurang.
Jangan memecah transaksi untuk melewati batas Rp10 juta. Batas itu aturan resmi, dan memecah transaksi hanya mempersulit pencatatan serta berpotensi menimbulkan pemeriksaan tambahan.
Satukan pencatatan pada satu atau dua sumber dana utama, agar rekonsiliasi anggaran akhir perjalanan tidak melelahkan.
Pilih waktu penukaran tunai setelah membandingkan kurs minimal dua penyedia, dan hindari akhir pekan atau malam hari.
Sisakan sedikit lebih kecil dari kebutuhan akhir untuk tunai, dan gunakan QRIS untuk menutup sisa kebutuhan pada hari terakhir.
Catatan Keamanan Saat Membayar dengan QR
Kemudahan QR juga menghadirkan risiko penipuan yang harus diantisipasi seluruh keluarga.
Periksa nama merchant di layar aplikasi sebelum menekan konfirmasi. Nama pada layar harus sesuai dengan toko tempat Anda berdiri.
Waspadai stiker QR yang ditempel di atas QR asli, terutama di tempat umum yang ramai.
Simpan bukti transaksi dan tangkapan layar notifikasi sampai perjalanan selesai, untuk keperluan penelusuran bila terjadi masalah.
Ajarkan anggota keluarga yang membawa aplikasi pembayaran untuk tidak memindai QR dari tautan yang dikirim melalui pesan atau media sosial. QRIS hanya dipindai dari merchant di depan mata.
Laporkan segera ke penyedia jasa pembayaran Indonesia bila transaksi gagal namun saldo terpotong, atau bila ada kejanggalan setelah pembayaran.
Q: Apakah QRIS antarnegara sudah bisa dipakai di Hong Kong sekarang?
Belum. Per 24 September 2026, Hong Kong dan Timor Leste masih dalam proses, dengan penandatanganan kerja sama dijadwalkan pada FEKDI x IFSE 24 sampai 26 September 2026. Setelah itu implementasi biasanya berjalan bertahap mengikuti kesiapan penyedia jasa pembayaran di kedua pihak.
Q: Berapa biaya transaksi QRIS antarnegara?
Bank Indonesia tidak membebankan biaya tambahan kepada merchant Indonesia yang menerima transaksi ini, dan pedagang tetap menerima rupiah. Yang berlaku bagi Anda adalah tarif yang ditetapkan penyedia jasa pembayaran atau bank Anda serta kurs konversi yang digunakan saat transaksi. Karena itu, periksa daftar biaya pada aplikasi Anda sebelum berangkat.
Q: Berapa limit transaksi yang diizinkan?
Limit per transaksi sama dengan QRIS di dalam negeri, yaitu Rp10 juta. Limit harian dan limit bulanan bergantung pada kebijakan masing-masing bank atau dompet digital, jadi pastikan pengaturannya sudah sesuai kebutuhan perjalanan Anda.
Q: Apakah transaksi QRIS antarnegara aman?
Fitur keamanan menjadi salah satu aspek yang dinilai sebelum penyelenggara memperoleh persetujuan BI, termasuk deteksi dan pencegahan kecurangan. Meski begitu, kewaspadaan pengguna tetap menentukan: cocokkan nama merchant, cek notifikasi transaksi, dan jangan pernah memindai QR dari sumber tidak dikenal.
Q: Bagaimana kalau saya pergi ke negara di luar daftar tersebut?
Siapkan rencana pembayaran konvensional, yaitu kartu dengan jaringan internasional dan uang tunai mata uang lokal. Tetap pisahkan anggaran, dan catat kurs penukaran agar selisih kurs bisa dihitung sebagai bagian dari biaya perjalanan, bukan sebagai pengeluaran tak terjelaskan.
Kesimpulan
Perluasan QRIS antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste adalah kabar baik bagi keluarga Indonesia: satu jalur pembayaran tambahan yang memangkas langkah penukaran uang dan memudahkan kontrol pengeluaran saat berada di luar negeri. Namun kemudahan ini baru terasa bila disiapkan, mulai dari mengaktifkan fitur di aplikasi, memahami limit Rp10 juta per transaksi, menyiapkan kartu dan uang tunai cadangan, sampai memisahkan pos biaya transaksi dan kurs di dalam anggaran perjalanan.
Langkah paling menentukan bukanlah pada hari keberangkatan, melainkan pada bulan-bulan sebelumnya ketika dana perjalanan dikumpulkan sedikit demi sedikit dan setiap pos anggaran punya angkanya sendiri. Dengan pencatatan yang rapi, keputusan untuk berangkat, menunda, atau menyesuaikan tujuan bisa diambil berdasarkan angka, bukan perasaan. Kelola keuanganmu dengan mudah bersama Budgetin di budgetin.web.id — catat, pantau, dan kendalikan anggaran keluargamu setiap hari.